Home > Broken Home, Konsultasi Rumah Tangga > Ketika Rumah Tangga Digoncang Masalah

Ketika Rumah Tangga Digoncang Masalah

Rumah tangga identik dengan masalah dan masalah identik dengan perceraian.
Tapi, apakah akan selalu seperti itu? tentu tidak. Ada kalanya kita harus bisa menjadikan masalah itu sebagai suatu latihan dalam proses pendewasaan diri dan hubungan. Jika semua orang mengambil keputusan yang salah dan memilih untuk bercerai, maka akan banyak anak-anak yang menjadi korban broken home yang tentu saja akan mempengaruhi tumbuh kembang mereka.

Lalu apa yang harus dilakukan ketika timbul masalah di dalam rumah tangga?
Ada banyak hal yang bisa kita lakukan baik bersama pasangan maupun sendiri, agar masalah itu bisa teratasi dengan bijaksana dan menghasilkan keputusan yang baik bagi semua.

Pertama, temukan akar masalahnya.
Kedua, jika masalahnya berasal dari kamu, tanyakan pada diri sendiri apakah kesalahan itu benar-benar dari dirimu dan tentu saja kamu harus lebih dalam memikirkan mengapa itu bisa terjadi, bisakah diselesaikan dan apa dampaknya bagi keluargamu.
Ketiga, sabar dan berusahalah untuk berkomunikasi dengan pasanganmu. Bagaimanapun juga komunikasi adalah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah.
Keempat, gunakan kepala dingin dan bicara apa yang kamu inginkan dengan adanya masalah ini.
Terakhir, jika semua cara di atas tidak berhasil, cobalah untuk berkonsultasi dengan ahlinya, atau utarakan masalahmu di sini barangkali aku bisa membantu dan pengunjung lain juga bisa memberikan masukan.

About these ads
  1. 23/08/2009 at 2:10 pm

    istriku sulit sekali untuk diajak tinggal dirumah ortu karena udah 2th kami mengontrak rumah sedangkan rumah ortuku ini besar,banyak kamar yang tidak ditempati sehingga ibu menyarankan kami untuk kembali kerumah dehingga uang kontrakan yang selama ini untuk membayar bulanan dapat kami tabungkan untuk dapat mencicil rumah & adik2 masih pada kecil2 sehingga masih membutuhkan figur kakak yang selama ini sangat mereka hormati,istri saya tidak pernah mau ikut bila saya bertamu kerumah ortu dan sampai 4hari yang lalu istri tidak pernah menghormati ibu aku karena mereka pernah berselisih 1tahun yang lalu,namun semua ajakan ku tidak pernah dituruti dan istri selalu mengancam akan meminta cerai apabila aku membicarakan hal yang sama dan istri sepertinya lebih memilih ikut kakaknya daripada ikut bersama aku karena selama ini dirumah kontrakan kami ikut pula mertua perempuan,nenek dan kakak laki-laki yang baru bercerai dgn istrinya( semua keluarga istri saya) serta 2 orang anaknya,mohon masukan nya

    • 04/10/2009 at 10:15 am

      Sdr Shamil

      sebelumnya saya mohon maaf karena terlambat memberikan respon atas konsultasi anda.
      Baik, saya mengerti masalah yang sedang anda hadapi, dan sepertinya masalah ini bukan masalah kecil apalagi menyangkut hubungan antara seorang anak dan orang tua.
      Masalah ini sebenarnya masalah klasik yang banyak ditemui oleh banyak keluarga baru bahkan juga pasangan yang sudah lama menikah, dan kebanyakan dari mereka tidak dapat mencari solusi terbaik, dan saya juga mengakui ini sebagai pertanyaan berat.
      Kesalahpahaman yang terjadi antara mertua dan menantu sering terjadi karena memang mereka tidak memiliki hubungan darah dan kedekatan yang cukup, terkadang suara-suara sumbang dari pihak ketiga justru memperburuk keadaan. Anda dapat mencoba untuk mendekatkan keduanya dengan cara sering berkunjung dan melakukan acara bersama, usahakan untuk membicarakan topik-topik hangat seputar pekerjaan anda ataupun pekerjaan istri, ini akan membuat istri anda membuka suara dan berkomunikasi dengan ibu anda. Tetapi jika ini sulit dilakukan anda bisa menasehati istri anda, dan juga berbicara dengan ibu anda tentang apa yang sebenarnya terjadi, bukankah tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan apalagi maslah ini antara menantu dan mertua, bagaimanapun juga tidak akan bisa dirubah status tersebut.

      Komunikasi adalah cara terbaik menyelesaikan masalah, dan komunikasi juga obat mujarab menghilangkan prasangka dalam dada. Memang tidak mudah, dibutuhkan usaha dan kesabaran, tapi anda patut mencoba dan tentu saja berdoa kepada Tuhan agar dibukakan pintu hati istri dan ibu anda agar mereka bisa lebih dekat dan bersahabat.

      Kemungkinan juga perilaku istri anda terdorong oleh keluarganya (saya tidak berburuk sangka) hanya analisa saja, ada baiknya anda mengontrak rumah terpisah dengan mertua dan ipar-ipar anda sehingga doktrin-doktrin negatif (semoga tidak) dari pihak ketiga bisa di minimalisir dan lambat laun istri anda akan bisa menghormati ibu anda.

      Langkah terakhir yang tidak saya rekomendasikan sebelum langkah di atas anda coba adalah “tegas”
      sekali lagi tegas adalah sesuatu yang harus kita lakukan sebagai seorang pria.
      Anda adalah kepala rumah tangga dan anda berhak mengatur sistem yang ada, logikanya begini, jika seorang istri berani mengancam minta cerai kepada anda dan anda tidak bisa melakukan sesuatu untuk menggoyahnya, saya pikir anda harus mencoba untuk tegas.

      semoga membantu

  2. 25/08/2009 at 2:18 pm

    Ass.. Langsung ajaya.. Istriku bru berumur 19 thn, dan km tlah mempunyai 1 anak.. Tp istriku sampai sait ini mash sangat egois dan ga mau ngalah sm skali.. Sitiap ada mslh dia ga mau menyelesaikanya dgn kpala dingin. . Semua nasehat2 aku yg pnh dgn kesopanan dan kelembuTan ga dia gubris.. Jd ak minta masukanya dr temen2 apa lgkah yg terbaik untk menghadapi istri yg egois seperti ini… Makash wsS…

    • 04/10/2009 at 9:59 am

      Bung Rony Subastiar
      Hal pertama yang harus anda lakukan adalah tetap berusaha untuk tidak melakukan kekerasan, saya yakin anda bukan orang yang seperti itu, tapi terkadang ada kalanya kita harus tegas kepada pasangan kita, karena sebagai pria, anda adalah pemimpin rumah tangga yang wajib dihormati dan dihargai.
      Berbicara mengenai hormat dan menghargai, saya perlu tau apakah istri anda hanya keras kepala dan egois atau berani melecehkan anda.
      Jika istri anda hanya keras kepala dan egois, mungkin dikarenakan usianya yang relatif muda. Namun jika istri anda sudah berani melecehkan anda, maka sebaiknya anda harus berani juga bertindak tegas, beri dia nasehat, jika tidak diindahkan beri dia peringatan, gunakan bahasa yang tidak mengancam, dan berikan dia batasan peringatan yang bisa anda tolerir. Jika sampai batas tersebut istri anda masih saja bertingkah melecehkan anda, ada baiknya anda mulai bertindak tegas, saya tidak bisa mengatakan tegas yang seperti apa karena tiap individu mempunyai tingkat ketegasan yang berbeda.

      Tapi jujur saja tegas itu tidaklah mudah, dan selalu bersabar juga tidak membangun karakter anda dengan baik di hadapan istri. Saya tidak menyarankan anda untuk berlaku keras, tapi bukan berarti tidak ada sistem dalam sebuah rumah tangga, anda sebagai pemimpin adalah pemegang sistem. Ketika sistem itu bermasalah, andalah orang yang harus memperbaiki atau jika tidak sistem itu akan benar-benar ambruk dan tak dapat diperbaiki.

      semoga membantu, maaf agak lama
      salam

  3. 15/10/2009 at 7:37 pm

    Terima kasih atas doa & masukan dari bapak yang sangat2 berguna utk klnjutan rumah tangga saya,alhamdulillah semua yg bapak sarankan ke saya telah saya jalankan semua dan istripun telah memahami kekeliruannya thdp ibu saya,skrg keduanya telah berbaikan & sesuai dgn yg selama ini sy hrfkan,namun istri hanya mminta kpd sy utk tdk tggal di rumah orangtua sy karena klo kami kembali kerumah dia berfikir bagaimana dengan nesib keluarganya yg selama ini ikut dirumah kontrakan kami,saya minta saran ke bapak,apa yang harus saya lakukan agar mereka bisa meninggalkan rumah saya tanpa ada kesalah pahaman diantara saya dgn mereka apalagi istri adalah anak perempuan bungsu dan satu2nya(karena kakaknya laki2 semua)terima kasih.Wassalamualaikum wr.wb

    • 16/10/2009 at 9:00 pm

      Saudara Shamil
      Saya ikut bahagia mendengar cerita anda, mudah-mudah terus terpelihara hingga nanti ya.
      Mengenai pertanyaan lanjutan saudara shamil, sebelumnya saya ingin tahu apakah keluarga istri anda membuat anda tidak nyaman atau selama ini semua baik-baik saja?
      Jika anda merasa tidak nyaman dengan keberadaan keluarga istri anda, sebaiknya anda lihat terlebih dahulu apakah kondisi keuangan mereka cukup memadai jika tidak tinggal bersam anda. Tentunya sebagai seorang menantu dan ipar tentu anda ingin membuat mereka bahagia dan terjamin (jika anda mampu, mengapa tidak) tapi akan lebih bersyukur kalau mereka sudah bekerja dan anda tidak terbebani.
      Namun jika keberadaan mereka tidak membuat anda merasa terganggu dan semua baik-baik saja tentu akan sangat tidak bijaksana apabila meminta mereka untuk meninggalkan rumah. Seiring waktu berjalan saya yakin mereka, terutama kakak2 ipar anda akan menikah dan berpikir untuk mencari tempat tinggal sendiri agar mandiri, apalagi rumah tersebut masih kontrakan, tidak alasan buat mereka untuk memberatkan anda, dan anda juga harus berbangga diri apabila ternyata anda menjadi tulang punggung keluarga, karena dengan begitu posisi anda jelas lebih baik. Kecuali anda merasa terbebani dengan keberadaan mereka, kita perlu mengkaji dan saya juga perlu informasi yang lebih detail, menggangu yang seperti apa.
      okay mas Shamil..?
      begitu jawaban saya.

  4. hidayat
    21/10/2009 at 3:07 pm

    saya punya masalah mengenai keluarga anak saya (anak saya lelaki)mereka sudah menikah kurang lebih 8 yahun dan sudah punya anak 2,anak saya secara keuangan untuk menghidupi keluarganya hampir dikatakan nol,semua saya yang bantu,dari makan sampai menyekolahkan anaknya, istrinys sekarang bidan (D3),dansudah bekerja,Masalahnya anak saya dicurigai selingkuh , tapi walaupun demikian mantu saya ini sepertinya cinta berat tidak mau pisah.yang rumitnya malah anak saya yang mau menceraikan dia ,suatu hari karena ucapan cerai sdh keluar mantu saya jerit2, bahkan pernah makan pil tidur secara berlebuihan ,untung egera dibawa kerumah sakit dan bisa tertolong, saya harus bagaimana….

    • 21/10/2009 at 8:29 pm

      Mas Hidayat di Tempat
      Sebelumnya saya ucapkan terima kasih sudah berkunjung ke situs sederhana ini.
      Untuk menjawab pertanyaan mas Hidayat, saya perlu bertanya, apakah mas hidayat pernah mencoba untuk berbicara dengan anak anda?
      Apakah mas hidayat sudah pernah berusaha untuk membicarakan masalah ini kepada anak anda dan juga istrinya?
      mengingat ini melibatkan individu-individu yang sudah dewasa dan memiliki prinsip, maka sangat penting untuk memecahkan masalah dengan jalan berbicara atau berkomunikasi. Kita tidak akan bisa merubah pendirian ataupun pemikiran seseorang kalau kita memilih jalan keras.
      jika mas hidayat belum mencoba untuk berbicara dengan anak dan menantunya anda, tidak salahnya dicoba, cari akar masalahnya, temukan solusinya, sampaikan pula resiko-resiko akibat pilihan yang diambil dan ada baiknya pula untuk menyegarkan ingatan mereka tentang masa-masa indah ketika masih baik dulu.
      Kejujuran itu sulit dilakukan apabila seseorang tersebut dalam keadaan marah, mudah-mudahan dengan anda bicara dengannya baik-baik, dia akan jujur mengapa harus mau bercerai, apapun jawabannya tentu akan memberikan titik terang permasalahan yang sebenarnya.
      semoga membantu

  5. 06/11/2009 at 6:49 pm

    Terima kasih karena dengan seringnya berdiskusi dengan bapak makin bertambah pula wawasan saya dalam menyikapin problema rumah tangga saya,Alhamdulillah untuk kebutuhan sehari-hari dirumah saya masih sanggup memenuhinya,yang membuat saya agak terganggu dengan banyaknya orang yang tinggal dirumah saya adalah sebagai suami istri yang baru 2th menikah mungkin masih hangat2nya kami dalam bermesraan namun terkadang saat kami sedang berduaan dikamar selalu ada saja yang kekamar mandi karena rumah kontrakan saya hanya terdiri dari 3sekatan jadi kamar kami hanya dibatasi oleh lemari dan gorden saja jadi aktifitas apapun yang kami lakukan dikamar akan dapat terlihat oleh orang yang lewat secara tak langsung sangat mengganggu konsentrasi kami,dan untuk istirahat dan menonton TV setelah pulang kantorpun menjadi tidak bisa karena pada umumnya ruangan TV menjadi tempat tidur untuk mereka sehingga saya tak dapat menggunakan waktu senggang saya dirumah,dengan keberadaan mereka yang seperti itu terkadang membuat saya menjadi kurang betah dirumah karena saya termasuk orang yang tidak suka dengan keadaan rumah yang berantakan.mohon masukannya bapak.terima kasih

  6. uni
    11/02/2010 at 12:44 pm

    Bams Winarso :
    Sdr Shamil
    sebelumnya saya mohon maaf karena terlambat memberikan respon atas konsultasi anda.
    Baik, saya mengerti masalah yang sedang anda hadapi, dan sepertinya masalah ini bukan masalah kecil apalagi menyangkut hubungan antara seorang anak dan orang tua.
    Masalah ini sebenarnya masalah klasik yang banyak ditemui oleh banyak keluarga baru bahkan juga pasangan yang sudah lama menikah, dan kebanyakan dari mereka tidak dapat mencari solusi terbaik, dan saya juga mengakui ini sebagai pertanyaan berat.
    Kesalahpahaman yang terjadi antara mertua dan menantu sering terjadi karena memang mereka tidak memiliki hubungan darah dan kedekatan yang cukup, terkadang suara-suara sumbang dari pihak ketiga justru memperburuk keadaan. Anda dapat mencoba untuk mendekatkan keduanya dengan cara sering berkunjung dan melakukan acara bersama, usahakan untuk membicarakan topik-topik hangat seputar pekerjaan anda ataupun pekerjaan istri, ini akan membuat istri anda membuka suara dan berkomunikasi dengan ibu anda. Tetapi jika ini sulit dilakukan anda bisa menasehati istri anda, dan juga berbicara dengan ibu anda tentang apa yang sebenarnya terjadi, bukankah tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan apalagi maslah ini antara menantu dan mertua, bagaimanapun juga tidak akan bisa dirubah status tersebut.
    Komunikasi adalah cara terbaik menyelesaikan masalah, dan komunikasi juga obat mujarab menghilangkan prasangka dalam dada. Memang tidak mudah, dibutuhkan usaha dan kesabaran, tapi anda patut mencoba dan tentu saja berdoa kepada Tuhan agar dibukakan pintu hati istri dan ibu anda agar mereka bisa lebih dekat dan bersahabat.
    Kemungkinan juga perilaku istri anda terdorong oleh keluarganya (saya tidak berburuk sangka) hanya analisa saja, ada baiknya anda mengontrak rumah terpisah dengan mertua dan ipar-ipar anda sehingga doktrin-doktrin negatif (semoga tidak) dari pihak ketiga bisa di minimalisir dan lambat laun istri anda akan bisa menghormati ibu anda.
    Langkah terakhir yang tidak saya rekomendasikan sebelum langkah di atas anda coba adalah “tegas”
    sekali lagi tegas adalah sesuatu yang harus kita lakukan sebagai seorang pria.
    Anda adalah kepala rumah tangga dan anda berhak mengatur sistem yang ada, logikanya begini, jika seorang istri berani mengancam minta cerai kepada anda dan anda tidak bisa melakukan sesuatu untuk menggoyahnya, saya pikir anda harus mencoba untuk tegas.
    semoga membantu

  7. arneta
    09/06/2010 at 10:15 am

    Saya uda 2 thn menikah punya 1 orang putri umur 4 bulan. Saya tdk pernah tinggal 1 rmh dgn suami.saya ngontrak rumah di Bpp sedangkan suami tinggal ama ibunya diKotabaru Banjarmasin. Saya diminta suami untuk ikut tinggal ama ibu di Kotabaru, tapi hal tersebut blm bisa saya lakukan mengingat saya tdk mau untuk membebani ibu mertua karena suami saya menganggur saat ini, apalagi saya masih punya tanggungan hutang yang harus saya lunasi sendiri karena slama kami menikah suami baru 2 kali mengirimi saya uang bulanan sebesar Rp.500 ribu padahal pada saat itu suami saya bekerja. Tapi saya tdk pernah menuntut masalah uang bulanan karena sampai saat ini saya masih bisa memenuhi kebutuhan saya beserta anak. yang jadi masalah suami tidak mau untuk ikut sama saya di Bpp karena dia berpendapat bahwa istrilah yang harus ikut suami. Mohon masukannya mengenai masalah saya ini karena suami saya mengancam untuk menceraikan saya apabila saya tidak memenuhi keinginan suami.
    Terimakasih (ditunggu yohhh)

  8. yesi arianti
    14/06/2010 at 11:15 am

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Saya telah 7 tahun menikah dan memiliki 1 anak berumur 6 tahun, dan sekarang saya sedang hamil 8 bulan. Dalam pernikahan kami suami saya sudah 3 kali selingkuh, setiap 2 tahun sekali. Dan saat dia selingkuh tersebut dia pasti menelantarkan kami (tidak bertanggung jawab atas nafkah). Saya terpaksa menumpang tidur dan makan dirumah adik-adik saya. Suami saya dari remajanya memang type laki-laki yang mudah bosan, baik dalam pekerjaan, aktivitas maupun dalam berhubungan dengan wanita, dan itu saya ketahui setelah saya menikah. Selama ini saya mencoba bertahan, dan selalu berdo’a agar dia bisa berubah, karna saya ingin pernikahan hanya 1 kali dlm hidup saya, tetapi untuk perselingkuhannya yang ketiga ini tidak bisa saya maafkan, krna dgn wanita tuna susila. Saya sdh brtekad untuk bercerai, karena kasihan anak-anak saya bila mempunyai figur ayah yang seperti itu, yang tidak bisa menjadi pemimpin/imam yang baik. Dan saya pun tidak mau terus menerus menyusahkan adik-adik saya. Apakah keputusan saya sudah tepat? Terima kasih (ditunggu ya)

  9. 23/08/2010 at 12:36 am

    Asslm. Sy mau konsul : sy skrg sdg dlm posisi mentalak 1 istri saya, sebab upaya saya sebelumnya yg bersabar selalu mentok dgn sifat ego istri yg notabene sdh tdk menghormati sy sbg suami bila diberi masukan (masukan yg menyadarkan posisi istri harus menuruti suami dr segi apapun, tdk mungkin sy menjerumuskan dia dgn masukan yg menguntungkan dr segi saya saja tp demi keutuhan keluarga), istri selalu saja mempunyai alasan untuk ngambek, (1) ngambek karena sy dituduh py selingkuh, kemudian setelah dibicarakan dari hati ke hati, tdk terbukti, istri meminta maaf (2) ngambek karena sy sering keluar malam (sy double job, konsekuensinya sy hrs kerja dari pagi hingga malam, terkadang sampai subuh, tapi tetap keep contact, agar dia tahu sy benar2 ada di lokasi tempat bekerja, akhirnya istri mengerti (3) ngambek lagi karena dia merasa tdk dibutuhkan oleh saya, pdhl sy tdk pernah memberi statement ttg itu, sy tdk habis pikir, akhirnya dia minta izin ke rmh ortunya, tp tdk sy izinkan sy sarankan mg dpn brg sy, stlh sy pulang, rumah kosong, sy marah, tyt dia sdh di rumah ortunya, menyulut emosi saya untuk talak-1 karena ini benar2 tdk menghormati sy sbg kepala RT, harga diri sy hilang, sy sdh jatuh bangun cari nafkah, tp istri tdk memberi pengertian dan kasih seorang istri yg support, jujur sy tidak pernah macam2 selama ini, keesokan harinya, istri sms kalo dia terima talak sy demikian jg keluarganya, koq ga habis pikir, ortunya bknnya mendamaikan dulu, seakan seperti sy jual dia beli, akhirnya sy putuskan untuk bersabar hingga semua mereda, krn sabar mungkin tidak ada batasnya… apa yg harus sy lakukan, sy kangen dgn anak sy yg berumur 1 tahun, tak ingin hidup sy dijalani sehari2 tanpanya….

  10. 23/08/2010 at 1:11 am

    Subhanallah, setelah sy tulis di wall ini, istri sms:pgn denger suara anakku?, lsg aku telp untuk denger suara anakku…makin kangen….. (aku harus mengalah dan bersabar lagi…)

  11. che
    31/10/2010 at 12:15 am

    saya dalam masa perceraian…….. saya ada masalah rumah tagga saya meninggalkan istri ada dalam keadaan masalah..istri saya telah menggugat cerai saya di pengadilan ……kami diberi anak 1 perempuan masih umur 2,5 tahun saya ingin mempertahankan rumah tangga saya…saya telah bertobat atas segala kesalahan saya terdahulu, saya juga udah megajak dia untuk berbicara dari hati ke hati tapi istri saya tetap ngotot mau bercerai.. sampai saat ini saya masih bisa diterima dirumahnya dan dikeluarganya saya juga masih di ijinkan untuk menemui anak saya…

  12. hamba tuhan
    05/03/2011 at 6:28 am

    assalamu’alaikum wr.wb
    saya sdh menikah selama kurang lebih 6 th dikaruniai seorang anak usia 4,5 th. kami sering bertengkar gara-gara hal sepele. sya sampai menjatuhkan talak (talak satu) kmudian sdh beberapa hari kmudian kami kembali rujuk, tapa puncaknya pada suatu malam kami bertengkar hebat sampai akhirnya saya mengucapkan talak kembali (talak yg kedua walaupun saya sadar tapi dalam keadaan marah besar). hal ini sdh didengar oleh mertua saya (dikasih tau oleh istri) shg sang mertua pun turut mendamaikan kami apalagi anak kami masih kecil dan perlu asuhan dan kasih sayang dr orangtuanya. saya juga sangat menyesal dengan kejadian sprti ini. yang jadi pertanyan saya, jika saya ingin kembali rujuk, apakah kami harus menikah kembali seperti pernikahan pada umumnya atau cukup dengan mengatakan kepada sang istri “saya rujuk kembali kpd engkau” dan apakah perlu adanya saksi. mohon jawabannya terima kasih
    wassalamu’alaikum wr.wb

  13. hamba tuhan
    05/03/2011 at 6:29 am

    oh ya istri saya dalam keadan hamil. mohon penjelasannya. terima kasih

  14. 12/03/2011 at 2:23 pm

    Saya seorang istri yang sudah menikah selama 7.5 tahun.sy berusia 32 tahun dan suami 35, sy di karuniai anak laki2 yang berumur 6.5 tahun..awal menikah kami masih kuliah, dan sy lulus/wisuda leih awal selisih 1 tahun dr suami,awal mnikah sy bekerja,setelah melahirkan sy berhenti bekerja krn terlalu cape hrs double job, setelah menikah sy baru tahu kalo suami sy adalah pemakai berat (pengguna narkoba) sy merasa sy sdh tertimbun oleh runtuhan besi yang sgt besar..tapi sy kembali berfikir sesal tiada guna..dr awal menikah kami tinggal dg mertua, bahkan di rumah itu ada 3 ipar yang tinggal di satu atap yang sama. sebelum menikah masalah sering sekali timbul dr suami (krn suami sering memakai brg2 itu)sehingga menghilangkan akal sehatnya,..sy berusaha sabar, dan tiap hari hanya bisa menangis, apa lagi sy pernah membuang brg itu..dan sempat sy mau di golok oleh suami sy yg ketergantungan akan barang2 itu membuat suami sering berbuat kasar (mebentak2 ,menuduh sy yg tdk jelas,)dan itu membuat sy merasa tertekan..memang mertua dan ipar saya sering membela sy karena tingkah suami.ini berlangsung hingga anak sy berusia 1 tahun.kemudian sy mendapat pekerjaan di slh satu kantor,tapi suami masih menganggur.saat 2 thn pernikahan mslh timbul dr pihak keluarga (orang tua dan sdr2 kandung suami) banyak sekali masalah2 kecil yg di besar2kan, tp cenderung mertua selalu membela ipar2, saya masih mengalah,.dan ini timbul saat anak dan ipar berbarengan melahirkan juga..banyak perbedaan perlakuan dari mertua, mertua sangat perioritaskan ipar saya (ipar yang sdh bermateri cukup) ,,.tp sy sering mengalah, malah suami saya yg sering membela sy thd perlakuan mrk..banyak bukti yang di dapat bhw kesalahan ada di pihak keluarga suami..tp tidak pernah sama sekali masalah tsb di selesaikan bersama..hingga ahirnya kami sering menyimpulkan masing2..hingga ahirnya sy ribut lagi dg suami lantaran sy minta pindah dr rumah orang tuanya, bahkan perlakuan berbeda sering sy dptkan..dr mulai perlakuan yg semena2 thd pembantu sy yang tdk pernah bertahan lama karena omelan dr mertua..dan sdh 10 kali sy ganti pengasuh anak..hati sy berontak dg perlakuan org tua dan dan sdr2 suami..mungkin benar, kesabaran tdk ada batasnya..tp saya sudah tidak tahan lagi..lama2 ahirnya sy meberontak dan melawan..tapi suami sedikit2 berubah sering membela orang tuanya di karenakan sedikit2 ibunya dg andalan menangis, ahirnya suami memarahi saya, yang padahal masalah sering timbul karena ocehan dan sindiran dari ibunya sendiri,spt contoh saat baru melahirkan sy di sindir2 ttg pakaian anak yang harusnya di cuci oleh ibunya sendiri…padahal kondisi fisik sy sering lemah.kmudian sy hny menangis di kamar..dan itu sy tahan dan tidak perlihatkan ke suami..sindiran dan ocehan dr mertua hanya di lontarkan ke sy..berbeda sekali dg menantu yg satu lagi yg sudah mapan..bahkan saat anak sy panas tinggi dan tidak ada obat yang cocok yang bs di beli mertua sy melarang sy untuk mnt bantuan ke ipar yg kebetulan mempunyai anak yg seumuran dg anak sy di karenakan tidak enak dan segan membangunkan menantunya yang sudah tidur.perlakuan ini sungguh sgt berbeda skali thd sy .dan ini membuat sy dilema banyak sekali hal2 berbeda dan tindakan mertua yg di putar balikkan..suami jg sudah banyak menemukan bukti nyata dari perbuatan mrk..tapi suami hanya bilang spy sy sabar dan sabar..sy coba terus berusaha untuk bertahan karena anak sy yg sy cintai..hari demi hari suami sering marah2 tidak jelas.sy hanya bisa berdoa, berpuasa dan memohon sm alloh mudah2n di berikan jalan keluar dr masalah initp sy jg bosan melihat aktifitas dia yg sering konsumsi brg2 itu..dan sering skali berbuat kasar thd sy lantaran sy sering ribut dg orang tuanya yang sering komentar thd sy,apapun yg sy lakukan selalu di komentari oleh mertua saya..setelah 7.5 tahun ini ahirnya dg segala upaya suami dapat kerja di pemerintahan dan dia sudah mulai berhenti mengkonsumsi brg2 itu..setelah 1 bulan mulai bekerja..cobaan dtg kembali..tiba2 sy temukan alat kontrasepsi di tas suami sy saat suami sy akan berangkat dinas..dan sy sempat ribut besar..kemudian suami menjelaskan bhw itu pny kolega dia (atasan dia) yang percaya penuh dg dia..dan tidak hny sekali sy temukan alat2 kontrasepsi itu..sy berusaha bersabar..dg berkeyakinan dan berpikiran posotof..sblm mendapat pekerjaan mmg suami sy sering bergaul dg pengusaha2 besar,tp kebanyakan mrk bk yang selingkuh dan suami sy ikut memfasilitasi itu, cm suami sy sering bersumpah bhw dia tdk pernah sm sekali menghianati sy, suatu hari sy temukan lg 2 alat perangsang untuk laki2 dan perempuan..kemudia sy tanyakn lagi..kenapa benda itu ada di tas dia..dia cm blg itu pny teman dia yg skrg sdh jadi musuh dia..tp sy tidak suka dg apa yg di lakukan suami sy, kenapa dia mau sj memfasilitasi org untuk berbuat jinah?sy tidak rela mempunyai suami spt itu padahal skrg kan sudah bekerja enak, tp kenapa dia masih terus bergelut di situ?alasan dia untuk melobi..apakah hrs dg jalan spt itu?menghalalkan segala cara, samape2 kalo sy protes ke dia malah sy di bilang sinting dari cari masalah sj..apakh sy salah??istri mana yg tidak risau menemukan alat sex ada di tas dia, padahal dia bekerja berjauhan dg saya..saya di di bilang udik dan tdk tahu apa2 jadi tidak usah di ributkan..malah sy di pojokkan dg menyangkut2kan masalah2 lain yang sering timbul dg keluarganya..oh iya..padahal sy sekarang sudah berjilbab dan itu juga karena suami sy yang meminta..sy merasa tdk pantas memakai jilbab ini skrg, karena melihat ulah suami sy spt itu..saya minta saran sebaiknya sy harus bagaimana??

  15. 12/03/2011 at 2:25 pm

    Saya seorang istri yang sudah menikah selama 7.5 tahun.sy berusia 32 tahun dan suami 35, sy di karuniai anak laki2 yang berumur 6.5 tahun..awal menikah kami masih kuliah, dan sy lulus/wisuda leih awal selisih 1 tahun dr suami,awal mnikah sy bekerja,setelah melahirkan sy berhenti bekerja krn terlalu cape hrs double job, setelah menikah sy baru tahu kalo suami sy adalah pemakai berat (pengguna narkoba) sy merasa sy sdh tertimbun oleh runtuhan besi yang sgt besar..tapi sy kembali berfikir sesal tiada guna..dr awal menikah kami tinggal dg mertua, bahkan di rumah itu ada 3 ipar yang tinggal di satu atap yang sama. sebelum menikah masalah sering sekali timbul dr suami (krn suami sering memakai brg2 itu)sehingga menghilangkan akal sehatnya,..sy berusaha sabar, dan tiap hari hanya bisa menangis, apa lagi sy pernah membuang brg itu..dan sempat sy mau di golok oleh suami sy yg ketergantungan akan barang2 itu membuat suami sering berbuat kasar (mebentak2 ,menuduh sy yg tdk jelas,)dan itu membuat sy merasa tertekan..memang mertua dan ipar saya sering membela sy karena tingkah suami.ini berlangsung hingga anak sy berusia 1 tahun.kemudian sy mendapat pekerjaan di slh satu kantor,tapi suami masih menganggur.saat 2 thn pernikahan mslh timbul dr pihak keluarga (orang tua dan sdr2 kandung suami) banyak sekali masalah2 kecil yg di besar2kan, tp cenderung mertua selalu membela ipar2, saya masih mengalah,.dan ini timbul saat anak dan ipar berbarengan melahirkan juga..banyak perbedaan perlakuan dari mertua, mertua sangat perioritaskan ipar saya (ipar yang sdh bermateri cukup) ,,.tp sy sering mengalah, malah suami saya yg sering membela sy thd perlakuan mrk..banyak bukti yang di dapat bhw kesalahan ada di pihak keluarga suami..tp tidak pernah sama sekali masalah tsb di selesaikan bersama..hingga ahirnya kami sering menyimpulkan masing2..hingga ahirnya sy ribut lagi dg suami lantaran sy minta pindah dr rumah orang tuanya, bahkan perlakuan berbeda sering sy dptkan..dr mulai perlakuan yg semena2 thd pembantu sy yang tdk pernah bertahan lama karena omelan dr mertua..dan sdh 10 kali sy ganti pengasuh anak..hati sy berontak dg perlakuan org tua dan dan sdr2 suami..mungkin benar, kesabaran tdk ada batasnya..tp saya sudah tidak tahan lagi..lama2 ahirnya sy meberontak dan melawan..tapi suami sedikit2 berubah sering membela orang tuanya di karenakan sedikit2 ibunya dg andalan menangis, ahirnya suami memarahi saya, yang padahal masalah sering timbul karena ocehan dan sindiran dari ibunya sendiri,spt contoh saat baru melahirkan sy di sindir2 ttg pakaian anak yang harusnya di cuci oleh ibunya sendiri…padahal kondisi fisik sy sering lemah.kmudian sy hny menangis di kamar..dan itu sy tahan dan tidak perlihatkan ke suami..sindiran dan ocehan dr mertua hanya di lontarkan ke sy..berbeda sekali dg menantu yg satu lagi yg sudah mapan..bahkan saat anak sy panas tinggi dan tidak ada obat yang cocok yang bs di beli mertua sy melarang sy untuk mnt bantuan ke ipar yg kebetulan mempunyai anak yg seumuran dg anak sy di karenakan tidak enak dan segan membangunkan menantunya yang sudah tidur.perlakuan ini sungguh sgt berbeda skali thd sy .dan ini membuat sy dilema banyak sekali hal2 berbeda dan tindakan mertua yg di putar balikkan..suami jg sudah banyak menemukan bukti nyata dari perbuatan mrk..tapi suami hanya bilang spy sy sabar dan sabar..sy coba terus berusaha untuk bertahan karena anak sy yg sy cintai..hari demi hari suami sering marah2 tidak jelas.sy hanya bisa berdoa, berpuasa dan memohon sm alloh mudah2n di berikan jalan keluar dr masalah initp sy jg bosan melihat aktifitas dia yg sering konsumsi brg2 itu..dan sering skali berbuat kasar thd sy lantaran sy sering ribut dg orang tuanya yang sering komentar thd sy,apapun yg sy lakukan selalu di komentari oleh mertua saya..setelah 7.5 tahun ini ahirnya dg segala upaya suami dapat kerja di pemerintahan dan dia sudah mulai berhenti mengkonsumsi brg2 itu..setelah 1 bulan mulai bekerja..cobaan dtg kembali..tiba2 sy temukan alat kontrasepsi di tas suami sy saat suami sy akan berangkat dinas..dan sy sempat ribut besar..kemudian suami menjelaskan bhw itu pny kolega dia (atasan dia) yang percaya penuh dg dia..dan tidak hny sekali sy temukan alat2 kontrasepsi itu..sy berusaha bersabar..dg berkeyakinan dan berpikiran positif..sblm mendapat pekerjaan mmg suami sy sering bergaul dg pengusaha2 besar,tp kebanyakan mrk bk yang selingkuh dan suami sy ikut memfasilitasi itu, cm suami sy sering bersumpah bhw dia tdk pernah sm sekali menghianati sy, suatu hari sy temukan lg 2 alat perangsang untuk laki2 dan perempuan..kemudia sy tanyakn lagi..kenapa benda itu ada di tas dia..dia cm blg itu pny teman dia yg skrg sdh jadi musuh dia..tp sy tidak suka dg apa yg di lakukan suami sy, kenapa dia mau sj memfasilitasi org untuk berbuat jinah?sy tidak rela mempunyai suami spt itu padahal skrg kan sudah bekerja enak, tp kenapa dia masih terus bergelut di situ?alasan dia untuk melobi..apakah hrs dg jalan spt itu?menghalalkan segala cara, samape2 kalo sy protes ke dia malah sy di bilang sinting dari cari masalah sj..apakh sy salah??istri mana yg tidak risau menemukan alat sex ada di tas dia, padahal dia bekerja berjauhan dg saya..saya di di bilang udik dan tdk tahu apa2 jadi tidak usah di ributkan..malah sy di pojokkan dg menyangkut2kan masalah2 lain yang sering timbul dg keluarganya..oh iya..padahal sy sekarang sudah berjilbab dan itu juga karena suami sy yang meminta..sy merasa tdk pantas memakai jilbab ini skrg, karena melihat ulah suami sy spt itu..saya minta saran sebaiknya sy harus bagaimana??

    • 19/03/2011 at 9:41 pm

      nia-hamba alloh :
      Saya seorang istri yang sudah menikah selama 7.5 tahun.sy berusia 32 tahun dan suami 35, sy di karuniai anak laki2 yang berumur 6.5 tahun..awal menikah kami masih kuliah, dan sy lulus/wisuda leih awal selisih 1 tahun dr suami,awal mnikah sy bekerja,setelah melahirkan sy berhenti bekerja krn terlalu cape hrs double job, setelah menikah sy baru tahu kalo suami sy adalah pemakai berat (pengguna narkoba) sy merasa sy sdh tertimbun oleh runtuhan besi yang sgt besar..tapi sy kembali berfikir sesal tiada guna..dr awal menikah kami tinggal dg mertua, bahkan di rumah itu ada 3 ipar yang tinggal di satu atap yang sama. sebelum menikah masalah sering sekali timbul dr suami (krn suami sering memakai brg2 itu)sehingga menghilangkan akal sehatnya,..sy berusaha sabar, dan tiap hari hanya bisa menangis, apa lagi sy pernah membuang brg itu..dan sempat sy mau di golok oleh suami sy yg ketergantungan akan barang2 itu membuat suami sering berbuat kasar (mebentak2 ,menuduh sy yg tdk jelas,)dan itu membuat sy merasa tertekan..memang mertua dan ipar saya sering membela sy karena tingkah suami.ini berlangsung hingga anak sy berusia 1 tahun.kemudian sy mendapat pekerjaan di slh satu kantor,tapi suami masih menganggur.saat 2 thn pernikahan mslh timbul dr pihak keluarga (orang tua dan sdr2 kandung suami) banyak sekali masalah2 kecil yg di besar2kan, tp cenderung mertua selalu membela ipar2, saya masih mengalah,.dan ini timbul saat anak dan ipar berbarengan melahirkan juga..banyak perbedaan perlakuan dari mertua, mertua sangat perioritaskan ipar saya (ipar yang sdh bermateri cukup) ,,.tp sy sering mengalah, malah suami saya yg sering membela sy thd perlakuan mrk..banyak bukti yang di dapat bhw kesalahan ada di pihak keluarga suami..tp tidak pernah sama sekali masalah tsb di selesaikan bersama..hingga ahirnya kami sering menyimpulkan masing2..hingga ahirnya sy ribut lagi dg suami lantaran sy minta pindah dr rumah orang tuanya, bahkan perlakuan berbeda sering sy dptkan..dr mulai perlakuan yg semena2 thd pembantu sy yang tdk pernah bertahan lama karena omelan dr mertua..dan sdh 10 kali sy ganti pengasuh anak..hati sy berontak dg perlakuan org tua dan dan sdr2 suami..mungkin benar, kesabaran tdk ada batasnya..tp saya sudah tidak tahan lagi..lama2 ahirnya sy meberontak dan melawan..tapi suami sedikit2 berubah sering membela orang tuanya di karenakan sedikit2 ibunya dg andalan menangis, ahirnya suami memarahi saya, yang padahal masalah sering timbul karena ocehan dan sindiran dari ibunya sendiri,spt contoh saat baru melahirkan sy di sindir2 ttg pakaian anak yang harusnya di cuci oleh ibunya sendiri…padahal kondisi fisik sy sering lemah.kmudian sy hny menangis di kamar..dan itu sy tahan dan tidak perlihatkan ke suami..sindiran dan ocehan dr mertua hanya di lontarkan ke sy..berbeda sekali dg menantu yg satu lagi yg sudah mapan..bahkan saat anak sy panas tinggi dan tidak ada obat yang cocok yang bs di beli mertua sy melarang sy untuk mnt bantuan ke ipar yg kebetulan mempunyai anak yg seumuran dg anak sy di karenakan tidak enak dan segan membangunkan menantunya yang sudah tidur.perlakuan ini sungguh sgt berbeda skali thd sy .dan ini membuat sy dilema banyak sekali hal2 berbeda dan tindakan mertua yg di putar balikkan..suami jg sudah banyak menemukan bukti nyata dari perbuatan mrk..tapi suami hanya bilang spy sy sabar dan sabar..sy coba terus berusaha untuk bertahan karena anak sy yg sy cintai..hari demi hari suami sering marah2 tidak jelas.sy hanya bisa berdoa, berpuasa dan memohon sm alloh mudah2n di berikan jalan keluar dr masalah initp sy jg bosan melihat aktifitas dia yg sering konsumsi brg2 itu..dan sering skali berbuat kasar thd sy lantaran sy sering ribut dg orang tuanya yang sering komentar thd sy,apapun yg sy lakukan selalu di komentari oleh mertua saya..setelah 7.5 tahun ini ahirnya dg segala upaya suami dapat kerja di pemerintahan dan dia sudah mulai berhenti mengkonsumsi brg2 itu..setelah 1 bulan mulai bekerja..cobaan dtg kembali..tiba2 sy temukan alat kontrasepsi di tas suami sy saat suami sy akan berangkat dinas..dan sy sempat ribut besar..kemudian suami menjelaskan bhw itu pny kolega dia (atasan dia) yang percaya penuh dg dia..dan tidak hny sekali sy temukan alat2 kontrasepsi itu..sy berusaha bersabar..dg berkeyakinan dan berpikiran posotof..sblm mendapat pekerjaan mmg suami sy sering bergaul dg pengusaha2 besar,tp kebanyakan mrk bk yang selingkuh dan suami sy ikut memfasilitasi itu, cm suami sy sering bersumpah bhw dia tdk pernah sm sekali menghianati sy, suatu hari sy temukan lg 2 alat perangsang untuk laki2 dan perempuan..kemudia sy tanyakn lagi..kenapa benda itu ada di tas dia..dia cm blg itu pny teman dia yg skrg sdh jadi musuh dia..tp sy tidak suka dg apa yg di lakukan suami sy, kenapa dia mau sj memfasilitasi org untuk berbuat jinah?sy tidak rela mempunyai suami spt itu padahal skrg kan sudah bekerja enak, tp kenapa dia masih terus bergelut di situ?alasan dia untuk melobi..apakah hrs dg jalan spt itu?menghalalkan segala cara, samape2 kalo sy protes ke dia malah sy di bilang sinting dari cari masalah sj..apakh sy salah??istri mana yg tidak risau menemukan alat sex ada di tas dia, padahal dia bekerja berjauhan dg saya..saya di di bilang udik dan tdk tahu apa2 jadi tidak usah di ributkan..malah sy di pojokkan dg menyangkut2kan masalah2 lain yang sering timbul dg keluarganya..oh iya..padahal sy sekarang sudah berjilbab dan itu juga karena suami sy yang meminta..sy merasa tdk pantas memakai jilbab ini skrg, karena melihat ulah suami sy spt itu..saya minta saran sebaiknya sy harus bagaimana??

  16. nita
    01/02/2012 at 11:10 pm

    ass..
    Sy seorang ibu rmh tangga,sy memiliki 2anak,kebetulan sy istri muda/ke2,usia sy baru 22thn,langsung saja…
    Begini,kebetulan sy seorang wanita yg naluri seks sedang tinggi2 nya d usia sy,sy sering
    x berkomunikasi tentang seks dgn suami sy,n mengutarakan klo seks sy benar2 tinggi,tp.. Sering x suami sy,mengacuhkan nya..ketika sy ajak berhubngan,dia sll menolak dgn alasan2 yg tak jelas,akhirnya.. Sy mulai jenuh dgn semua ini,n akhirnya sy sering seks dgn alat bantu seks sprti orgil,tp.. Berlanjut hari demi hari sampai 1bln lama nya dia pun tidak pernah menyentuh sy,sy bingung.. tidak tau hrs berbicara apa lg trhdp suami sy,semua yg sy rasakan sudah sy utarakan dgn sngt halus n baik2..
    Bahkan sy kerap minta cerai hanya krn seks.. Memalukan bkn.. Bahkan sy kerap pergi k salon mempercantik diri,berwangi2 d hdpan nya..
    Tp,sungguh tidak ada perubahan..
    Apa sy salah seperti itu??..
    Apa solusi yg baik??..
    Apa perceraian jln solusi nya?
    Sy sungguh sudah tidak sanggup lg hidup dgn nya..
    Mhn jwb’an nya..
    Terima kasih…

  17. LUIS
    14/08/2012 at 12:20 am

    saya dan istri sy sudah menikah krg lbh 5 thn..saya bekerja danistri saya pun bekerja tapi lama kelamaan peran masing2 terabaikan,saya akui penghasilan istrui saya lebih besar,,tiap bulan penghasilan saya digyunakan untuk membayar hutang2 dan ciciclan2,sedangkan utk sehari2 istri saya yang memberi,saya mengerti keadaan sprt itu sehingga saya pun tidak menuntu istri bertanggung jawab thdp pkrjaan rmh tngga,sy selalu sdr utk membantu mengerjakan pekerjaan rmh tangga..tp lama kelamaan harkat derajat saya sebagai suami ridak di hargai..berani membentak ddepan umum,bhkan melakukan kekerasan..sy selalu bersabar krn sy ingat pada anak semata wayang saya..bagaimana solusinya???pdhal sy sudah menasihati dan mengutarakan keinginan saya tetapi pertengkaran selalu terjadi dgn mslh2 yang saya anggap sepele..mohon tanggapanya..terima kasih..

  18. mira mikrawati
    18/09/2012 at 10:36 am

    Aku adalah seorang istri,sudah berumah tangga hampir 20thn…aku sendiri bingung dari mulai kenal sampai saat ini apa yg aku dapat apa yg aku kerjakan smua buat dia..tapi dari awal sa$pai saat ini suamiku masih tetap tidak berubah…yaitiu selingkuh..itu sudah aku anggap biasa,,tetapi yg dia buat saat ini sangat sulit aku maafkan..dia menikah siri dengan wanita malam ..yg bikin aku sakit adalah dimana aku ga pernah bikin salah ,pengorbananku mungkin hamppir smua org tau..sehingga aku tak pernah pikirkan diriku sendiri..disaat aku lg merawat cucunya dengan penuh kasih sayang..dia diluar malah berbuat seperti itu…aku sudah ga tahan aku ingin pisah aja..krn aku pikir semua ini seakan tdk akan berakhir.

  19. hamdani
    05/11/2012 at 12:17 pm

    saya suami dari tiga anak. saya cukup banyak masalah dalam rumah tangga terumata pihak ke tiga ya mertua ikut campur dalam rumah tangga itu di sebabkan istri selalu cerita memang dalam hal ini istri tulang punggung keluarganya. tapi bisa mau ngatur rumah tangga saya, dan juga istri tidak pernah terbuka kalau memberi apa2 sedangkan saya gak masalah mau ngasih apa yg penting ngomong. mohon tanggapannya makasi ya………!

  20. riena
    14/01/2013 at 5:22 pm

    bisa dibilang suamiku egois , saat ini aku tinggal bersama mertua ku , kaka iparku dan suaminya !!
    aku merasa tertekan sekali karna sikap kaka iparku yang sangat jutek sm aku , aku disinii ngerasa kaya orang lain kaya ga di anggep aku udh sering bicara pada suamiku tp suamiku selalu marah2 seolah2 dia bela kakak2 ny itu ..
    aku butuh perlindungan sebenarnya , tp suamiku selalu cuek setiap aku bicara soal ini aku ingin aku dan kaka iparku itu bisa deket sering ngobrol ya layaknya aku sama kakak ku lah aku mau hubungan kita baik2 aja .. gimana cara nyikapin sikap suamiku inii ..

  21. ali
    16/01/2013 at 4:32 pm

    Bolehkan saya memusyawarhakan prihal kelakuan istri saya kepada ibu mertua karena saya tahu ibu mertua lebih paham tentang keinginan dan bagaimana cara ketika istri saya marah? Kwatir klw saya musyawarah ke ibu mertua disangka mengadu kejelkan istri? Mohon pandangnnya!

  22. wahyudin
    20/01/2013 at 11:59 pm

    ass,nama saya wahyu,sekarang ini saya g tau harus berbuat apa lg. istri saya minta cerai,dan keinginanya semakin keras,bahkan sekarang istri saya ingin peergi kemalasyia sedangkan kami memiliki anak yang baru berusia 6bln yang msh meyusui,saya melarangnya,tapi dia malah semakin marah sm saya,jadinya dia berkata yang buat aku slalu khawatir dan slalu memikirkanya.mohon bantuanya apa yang harus saya lakukan

  23. nisfi
    08/02/2013 at 1:19 am

    Suami saya pengguna narkoba krn terpengaruh teman sy bngung nanti kl ya tegur malah ribut pdhal stlah sy buka internet tanda yang muncul pada pengguna itu ada pada suami sy sy ingin sekali mnyadarkan dia tp sy jg tdk ingin kami ribut dan sekarang kedaan ekonomi kel kami dililit hutang krn narkoba

  24. duka
    25/04/2013 at 9:04 am

    saya seorang suami dengan 2 orang putri yang masih kecil-kecil. saya telah berumah tangga selama 9 tahun. suatu saat di tahun 2012 saya tanpa sengaja mendapatkan sms-sms mesra dari seorang laki-laki teman kerja istri. kemudian saya konfirmasi kepada istri tentang sms-sms itu. jawab istri saya tidak ada apa-apa cuma sekedar kagum kepada laki-laki tersebut. hal tersebut kemudian saya laporkan kepada pimpinan tempat istri saya bekerja. tapi tidak ada respon. hingga saat ini saya berusaha bersabar …. dan berusaha menghilangkan perasaan curiga terhadap istri … tetapi kadang-kadang perasaan bahwa istri sudah tidak mencintai saya dan selingkuh selalu menghantui saya. mohon sarannya ….

  25. dedy
    11/05/2013 at 9:37 am

    istriku lebih perhatian terhadap tmn2nya baik cewek ataupun cowok sedangkan aq suaminya mlh sering di tingal dan di cuekin,gimana solusinya

  26. cccc
    03/08/2013 at 4:02 pm

    Life is like a piano….where the black keys
    are for the bad times and the white ones are for the good times.True
    music is only created by a synchronization of the two…

  27. rheima
    26/09/2013 at 7:18 pm

    Suami sy 41thn bkerja sbg driver, kerap mnggunakan narkoba jenis shabu2 (sdh 3thn lbh). Dan sdh 2x trtgkap polisi. Anak kami 1, 18th. Sy ibu RT. Smua kluarga sdh mngupayakan utk sembuh. Sholat 5 waktu tdk mau, puasa jg tidak. Di bb suami byk mnyimpan foto2 porno wanita lain yg doia copy dari DP bbm teman2 wanitanya. Tlg saya pak, bgmn sy hrs bersikap? Sy sdh sreing minta cerai, dia tdk mau. Sampai blkngan ini dia nantangin sy, kalo sy mau cerai silakan sy yg urus sendiri. Bgmn sikap sy seharusnya…trims pak.

  28. andi
    07/11/2013 at 2:52 pm

    Aslkm.
    Mhon saran dan nasehat rekan2
    Sya ad problem keluarga
    Sya pria usia 27 thn istri Usia 27 thn
    Kami sama2 bekerja
    Tlah mempunyai anak usia 2 thn
    Karakter istri yg sedikit egois slalu sy berusaha untk bersabar. Skrg kmi sdg membangun rumah, boleh dibilang sbagian besar dananya dbantu oleh mertua sya. Skrg. Mslh yg sy hadapi α∂αℓαн adanya salah paham pembicaraan antara ibu dan mertua perempuan sya. Memang mertua sya terkadang kalo bicara asal dan tanpa disadari telah menyinggung perasaan ibu sya. Sedangkan sya berada di tengah2 antara mereka, istri diajak komunikasi slalu membela ortunya. Ditambah lagi adanya omongan pihak lain yang sumbang, membuat keruh permasalahan keluarga sya. Mhon bantuannya ap yg hrus sya perbuat dlm hal ini.

  29. dieri
    03/02/2014 at 12:29 am

    ass.wr.wb nama saya dieri saya menikah dari tahun 2005 saya mempunyai seorang istri dan 3 orang anak masalah yang saya hadapi dari pertama saya menikah istri saya anak bontot dan manja dan jika ada masalah selalu ngadu ke keluarga mertua saya dan dari pihak mertua saya selalu ikut campur bukan memberi saran dan nasehat kepada istri saya dulu ditahun 2011 anak saya yang no 2 sedang di rawat di rumah sakit disitu keluarga mertua saya kumpul dan kaka ipar saya mengatakan “ini anak kalian sedang sakit jaga diatur berdua gimana baiknya”dan posisi istri saya sedang baru kerja di KFC dia masuk pagi dan saya bekerja di ANZ BANK saya berkata kamu ijin dl karna anak ini sedang dirawat kamu alsan keponakan sakit atw apa ke karna anak balita sedang sakit butuh dekat seorang ibu tapi istri saya membantah gak mau karna di suruh kaka ku,aku kerja aja gak usah dengar suamimu dia selalu melawan dan saya khilaf dan saking emosinya saya menampar istri saya dan dia nangis ketakutan sampe di sekililing ada ibu” yang sedang menjaga anaknya juga sampai bertanya “pak itu ibunya bukan sich ko sampai segitunya” dan dia ngadu ke keluarga mertua dan keluarga mertua pun langsung marah dan ikut campur dan langsung menuding saya yang salah tanpa di tanya kenapa sebabnya dan di kejadian itu saya sama kaka ipar” saya,saya di suruh menceraikan istri saya dalam kurun waktu 1bln saya tidak boleh menemui istri dan anak” saya dan saya di tuduh sudah menjedoti istri saya ketembok,menyunduti dia pake roko yang sebenarnya tidak pernah saya lakukan,dan saya datang dengan ibu,adik saya tp mereka malah mengusir kami”bawa apa lo kemari dan anak” lo kalo ikut lo bisa tinggal di kolong jembatan”pernah suatu malam saya sehabis pulang kerja mantan istri saya main kerumah mertua saya dan posisi saya sma istri masih tinggal di situ dan timbul rasa aneh saya tanya ada apa rin ko kaya ada yang aneh pertama gak mau ngaku tp saya desak akhirnya dia ngaku juga dan saya dorong kekasur dan keluarganya berkata “lo sich ngomong ke suami lo coba jangan ngomong”dan pernah juga dia bekerja di chitos yang sebenarnya dia pulang sore tp dia pulang jam 10 malam saya tanya dia cuek saya lempar dia peke rokok saking saya kesalnya selang brp hari dia baru ngaku kalo nonton sama mantannya dan temen”nya dan suatu ketika saya masih bekerja di ANZ istri saya di suruh nyari kerja sama keluarganya yang padahal saya sudah melarang dia untuk bekerja dia aku suruh jaga anak” dan rumah aja tp istri saya tetap nekat atas suruhan keluarganya sampai saya bilang ya udah kamu kerja aku jalani dagang aja dan saya keluar dari kerja dan menjalani dagang pakaian dan istri saya kerja di boutiqe dan di situlah mulai ada hutang” itupun ats kepekatan bersama dan hasil dagang selalu saya serahkan ke istri biar istri yang atur yang sebenarnya bisa saya cicil karna bayarnya dicicil suatu ketika istri saya, saya ajak hidup di solo dan dia mau saya ajak dengan alasan liburan berangkatlah saya dan anak”tinggal di solo dan saya masih cari kerja ada waktu senggang saya sambil dagang es didepan warung orang tua saya dan hasilnya buat pengeluaran dan disini pun istri saya susah saya kasih pengarahan untuk kerja sama demi bersama dan yang di minta ibu saya istri saya gak usah ngapa”in urus badan dan anak” aja posisi istri juga kerja di hartono mall solobaru walau dia seperti itu susah di bilangin tp slalu saya perhatikan makannya walau di makan tp gak habis dan kadang saya tawari dia gak mau tp tetep jika ada duit apa yang dia mau aku belikan makanan dan saya slalu ngalah dan awal desember istri saya ngadu kekeluarganya dan keluarganya pun nanggepin keluhan istri saya pada tgl 29-12-2013 jam 9 pagi istri saya di jemput kaka ipar suami istri,bapak mertua,dan ipar juga dengan alasan liburan sekolah dari di jemput sampai saat ini saya tlp gak diangkat 2x kutlpn diangkat bpk mertua tapi saya di bohongi sms gak di bls” ke hp mertua atw ke hp kaka ipar saya saya di tuduh lagi telah membuat menderita dan menzolimi istri saya itupun mengatakannya bukan pada saya jemput tp lewat sms dan rumah tangga ku mau di hancurkan lagi oleh keluarga mertuaku isi sms dari kaka iparku “istri yang syah jika menderita berhak menggugat dari hukum agama atw pun hukum negara”pernah saya tanya “menderitanya dalam segi apa dan menzolimi” apa” tp dia gak bls samapai” saya mau kasih nafkah ke istri dan anak” di larang sama mertua saya.
    dan saat ini sy sedang bingung apa yang harus saya lakukan mohon petunjuk saran dan solusi terbaik untuk dan demi keutuhan rumah tangga kami lagi terima kasih

  30. candra
    14/03/2014 at 1:52 pm

    Mertua membawa istri saya & anak saya. Sewaktu saya ambil malah saya d usir sewaktu istri saya tanyak kenapa? Dia jawab kalo istri saya ikut saya istri saya tidak di akui anak.padahal saya dan istri saya tidak ada cekcok gmn solusinya mohon bantuanya

  31. Vina Andini
    09/05/2014 at 10:33 am

    Saya sdh menikah hmpr 4 thn,slm itu suami saya sering berbohong kpd saya,terlebih lg dia masih mau main judi dan memakai narkoba,,semua itu dia lakukan dibelakang saya,,,yg pd akhirnya saya mengetahui hal itu jg.km sdh di karuniai 1 anak berumur 2,9 thn.pd thn k 3 pernikahan km suami jg pernah merngkhianati saya,saya jg sdh pernah meminta berpisah dr dia,tp tdk jd krn masih bs di damaikn oleh org tua km,krn jg memikirkan anak km y masih kecil,tp lm kelamaan saya sdh tidak tahan dgn sikap suami yg trus menerus menututupi kesalahan dia,,tdk prh berusaha untuk lbh terbuka dan lbh jujur kpd saya,,pdhal saya sdh mencoba untuk ikhlas menerima apapun kekurangan dia asal dia mau berusaha utk berubbah dan memulai semua dr awal lg,saya sdh capek di bohongi terus,,,hati saya sdh terluka atas semua sikap dan tingkah laku dia.Klo boleh jujur,sebenarmnya saya masih sangat mencintai dia,tp saya jg tidak mau rmh tangga km seperti ini trus,,,,,saya mohon masukkan dari bapak agar suami saya mau berubah menjadi lbh baik lagi dan lbh memikirkan kluarga dan masa depan anak km.

  32. Siti Romlah
    31/05/2014 at 4:09 am

    Saya istri bekerja jg memili anak…saya sangat tidak nyaman harus satu atap dengn adik ifar yg sedang hamil dan memiliki anak bru 2tahun..dy kabur dri rumh suami ny krna pertengkaran..dan dy memilih tinggl dengn kami suami saya kaka nya..sedangkn suami saya tidak memiliki penghasilan tetap…otomatis kbnyakn saya yg sering mengeluar kn keuangn untuk keluarga..berat beban saya ditambh kehadiran adik ifar saya..apakah saya salah ingin keluar satu atap dari permasalah adik ifar saya mohon petunjuk ny

  33. wiwie
    04/06/2014 at 4:26 pm

    Assalam….saya sdah mnikah 3 thn,akhir-akhir ni sya dan suami sring brtngkar,krn sya tdk ska dgn skapnya yg super cuek dg rmh tngga kmi,tp stiap ad prmslahan kluargany aplgi sdra2nya dia seolah-olah brsikap bjaksna,klo sya ksih tau dia mlah brsikap dingin dan tdk snang dan mendiamkan sya..mksud sya itu baik,biar adik-2nya bsa mndiri,jgn sdikit-sdikit dbntu,smpai2 mninggalkan kwjbannya sbgai suami,pdhal bkan dia aj laki2 dikluarganya,ad yg tnggal serumah dg ibunya(krn bpk mertua sdah mninggal 4 bln yng llu),tp ibu mertua sllu mnlpon dan mnyruhnya plang utk mnyelesaikan maslah adik2nya atau mslah yg trjdi dsna,pdahl sdrany yg laki2 itu orngny mau aj mmbntu tp mrtua sya itu lbih prcya dg suami sya,sdikit2 sllu yg dbcrakan suami sya,jd dia agk ksal dan jngkel mkanya mlas jdinya mmbntu slama suami sya bsa plang mkanya dia cuek2 aj,skrng suami sya tdk bkrja lg krn ingin bka usha,jd dia plang izin kdaerah aslnya krn mau mgang sbntr utk cri pnglaman bwt kmi bka usha nnti,tp smpai sbulan gk ad jga yg dikerjakan dsna,klo dtlpon gk mau d angkat,alsannya lg ngntar mertua ursanlah,ngntar adik ngrus kuliahlah..pncaknya sya jdi ksal skali,pdhal kmi lg prgram ank,tp slama ni hnya sya yng brsmngat,klo kbidan sya dtng sndrian,krna dia gk ada,dia sring curhat msalh kluarganya dan mnta solusi,sya sring mmbntu bhkan mslah keuangan slma 3 thn mnikah ni sya yg brusha mnutupi dan seolah-olah suamilah yng gjinya bsar,smpai terakhir dia kbalikpapan msih sja bntu biaya plangnya dan uang sangunya dsna,tp skrng skapnya luar biasa cueknya,sya mnikah dg suami tujuanny utk ibadh dan tdk mlhat profesinya,krna sya ykin rzki psti akn ada mngalir Tuhan bgi hmbnya yg pnya niat baik,tp klo dperlkukan trs mnerus sprti ni gk tahan jga sya,slma ni sya berusha mmbesarkan htinya dan jgn minder krn kerjnya swsta aj sdngkan sya pgawai,suami sya itu klo dksih tau dia ogah untk mnrima tp ktika dpt mslah bru dia sdar bhwa omngan istrinya bnar slama ni,sya it gk mslah dia mau bntu sdra2nya tp kn skrng dia sdah berumah tangga jdi bsa dbedakan dong mana yg msih bsa dbntu atw tdak,skrng sms2 dan tlpon sya tdk direspon,tlong ksih sran bwt sya mnghadapi skp suami yg bgtu krasnya,apkah bsa sya mnta psah aj dlu biar ada intropeksi antara kmi berdua,krn dr dianya aj gk mau bcara lg dgn sya,dan bagaimana skp sya trhdap skp mertua sya dan sdra2 suami yg mnja dg suami sya itu, sya sngt mnghrpakn pncrahn bgi prnikhan kmi,trmaksih bnyk sblum dan ssudahnya.

  34. Lia
    02/07/2014 at 1:43 pm

    Saya seorang pns dan jg ibu rumah tangga sedangkan suami saya adalah seorang pegawai swasta. Saya telah menikah selama hampir 10 tahun. Kami jg sudah mempunyai 2 anak laki-laki yg semuanya sudah bersekolah di SD. Yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana saya harus menyikapi suami saya yang telah berselingkuh di belakang saya berkali-kali dengan wanita yang berbeda, terkadang saya benar-benar ingin bercerai dari dia. Setiap ketahuan dia selalu minta maaf dan meyakinkan saya bahwa dia sangat sayang saya dan anak-anak. Tapi seperti candu dia selalu mengulangi perbuatan yang sama. Saya sangat kecewa dengan suami saya. Hanya saja saya sangat menghawatirkan perkembangan anak-anak saya. Tapi sejujurnya saya benar-benar sudah tidak tahan dengan kelakuannya itu. Apa yg harus saya lakukan, saya benar-benar sudah putus asa

  35. 23/07/2014 at 11:05 am

    saya baru nikah 8bulan suami saya nampak kasar terhadap saya dia slalu bilang klo saya slalu salah. saya harus bagaimana menghadapi suami yg begitu

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: